Cara Okulasi Mawar Batik Dua Warna

Mawar adalah suatu jenis tanaman semak dari genus Rosa, serta memiliki lebih dari 100 varietas di seluruh dunia. Mawar terdiri dari 2 (jenis) yaitu mawar introduksi dan mawar nasional. Beberapa mawar introduksi yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah Tineke, Grand Gala, Black Magic, First Red, Confetti, Sexy Red, Avalanche, Mohana, Osiana, Revival, Dolcevita, dan Belavita. Sedangkan beberapa contoh mawar nasional adalah mawar Pertiwi, Megawati, Putri, Talitha, Shananda, Fortuna, Mega Putih, Pergiwati, Pergiwo, Rosma, Clarissa, Valerie, Pracita dan Siska. Mawar termasuk tanaman yang sangat mudah dikembangkan dengan metode vegetatif, bahkan Andapun dapat mengkombinasikan beberapa varietas mawar sehingga menghasilkan varietas baru.

Langkah-langkah Okulasi:

1. Persiapan Media Tanam

Campurkan sekam bakar dan tanah dengan perbandingan 2:1. Apabila tidak ada sekam bakar, Anda dapat menggunakan pupuk kompos. Masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag dengan ukuran 10 atau 12 cm.

2. Persiapan Batang Mawar yang Akan Dikawinsilangkan

Anda harus mempersiapkan 2 tanaman Mawar yang berbeda jenis dan warna yang akan Anda kawinsilangkan. Pilihlah batang bunga yang sudah cukup usia (minimal 6 bulan) dengan tanda batang telah berkayu, serta memiliki duri-duri yang besar dan menghitam atau kecoklatan.  Tentukanlah mana yang akan Anda jadikan batang atas dan batang bawah.

3. Persiapan Batang Bawah

Untuk mempersiapkan batang bawah, yang pertama dilakukan adalah memotong bagian pucuk kira-kira 1/3 panjang batang, lalu buang. Belahlah batang bunga mawar tersebut dengan panjang kurang lebih 1,5-3 cm, tergantung dari diameter batang. Hilangkan beberapa daun yang ada, sisakan dua – tiga helai daun saja yang berdekatan dengan belahan batang.

4. Persiapan Batang Atas

Potong batang bunga kedua dengan ujung runcing. Usahakan batang bunga mawar memiliki diameter batang lebih kecil dibandinkan batang bawah yang sudah Anda persiapkan sebelumnya.

5. Pelaksanaan Okulasi Mata Berkayu

Masukkan secara perlahan dan hati-hati batang atas ke dalam belahan batang bawah. Bungkus kedua batang dengan menggunakan plastik tranparan, lalu ikat menggunakan benang atau tali rafia dengan rapat. Tujuan pembungkusan ini adalah untuk menghindarkan batang bunga dari air yang berlebihan sehingga mengalami penguapan yang terlalu banyak serta menjauhkan dari pembusukan batang. Setelah selesai, simpan bibit di tempat yang terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Anda dapat memindahkan tanaman ke pot atau kebun setelah tanaman mulai bertunas.

6. Pemupukan dan Pemotongan Tunas

Pemupukan dapat dilakukan menggunakan 1-2 gram NPK/pot seminggu setelah tanaman bertunas. Lakukan pemangkasan tunas-tunas dari batang bawah seminggu setelah okulasi, dan penyiangan gulma di media tumbuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *