Cara Menanam Venus Flytrap

Venus flytrap adalah salah satu tanaman karnivora yang paling aktif dibandingkan dengan Nepenthes atau kantong semar. Tanaman ini awalnya tumbuh sebagai tanaman liar di daerah rawa-rawa daerah Carolina, Amerika Serikat, namun kini diminati sebagai tanaman hias sekaligus pengusir serangga di pemukiman. Berikut ini cara menanam Venus Flytrap beserta tips perawatannya.

1. Menyiapkan Benih Venus Flytrap

Ada 2 cara mendapatkan benih Venus Flytrap, yaitu dengan umbi atau dengan biji. Yang perlu diingat adalah bahwa untuk mengkecambahkan biji Venus Flytrap ini membutuhkan waktu sekitar 4-20 minggu.

2. Menyemai Benih

Apabila Anda memilih benih berupa biji, langkah yang selanjutnya adalah penyemaian biji dengan cara-cara berikut:

  • Siapkan media semai yaitu moss spaghnum. Rendam moss spaghnum menggunakan air RO selama 4-5 jam.
  • Kemudian masukkan media yang sudah di rendam tadi kedalam wadah pot berdiameter sekitar 5 cm.
  • Semaikan setiap satu biji kedalam satu wadah pot, letakkan biji di atas permukaan media, tidak perlu di tanam ke dalam media.
  • Sirami dengan cara menyemprot biji.
  • Setelah itu, tutup pot menggunakan plastik bening untuk menjaga suhu tetap hangat dan lembab.
  • Setelah biji berkecambah, anda bisa memindahkannya ke pot yang berukuran lebih besar.

3. Menyiapakan Media dan Pindah Tanam Bibit Kedalam Pot Tanam

Baik menggunakan biji atau umbi, penanaman Venus Flytrap dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini:

  • Apabila Anda tinggal di zona tanam 7 atau lebih rendah, pertimbangkan untuk menanam tumbuhan Venus Flytrap dalam terarium untuk membantu menjaga kestabilan suhu dan kelembaban. Sedangkan untuk Anda yang tinggal di zona 8 atau lebih tinggi, Anda bisa menggunakan pot tanah liat dengan lubang drainase.
  • Untuk media tanam sebaiknya gunakan media campuran kombinasi antara moss spaghnum dan pasir dengan perbandingan 2:1.
  • Setelahnya anda dapat langsung memindahkan bibit bersama dengan media moss spaghnumnya ke dalam media tanam dan pot yang baru.
  • Beri paparan sinar matahari yang cukup. Anda juga bisa menggunakan lampu pendar (fluorescent) untuk tanaman. Hidupkan lampu agar menyediakan sinar yang cukup untuk pertumbuhan di siang hari, dan jangan lupa mematikannya di malam hari.

4. Penyiraman

Tanaman ini membutuhkam kelembaban tinggi agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, karenanya penyiraman harus rutin dilakukan dengan menggunakan handsprayer. Untuk penyiraman tidak disarankan menggunakan air keran biasa karena bersifat terlalu basa atau alkali. Anda bisa menggunakan air hujan yang diendapkan, air RO, air suling galon, atau air AC.

5. Pencahayaan

Pencahayaan ideal bagi tanaman ini ialah 35-50 derajat Fahreheit. Selama bulan-bulan kemarau, Anda bisa menjaganya di luar ruangan atau letakkan di dekat jendela yang terkena sinar matahari. Bila tanaman terlihat sedikit layu atau warnanya tidak merah muda, jauhkan dari sinar matahari setelah terpapar selama beberapa jam setiap hari.

6. Pemberian Makan Berupa Serangga Kecil

Agar dapat tumbuh dengan baik, tanaman ini juga perlu diberi makan. Sebagai tumbuhan insektivora tentu saja ia harus menjalankan kodrat hidupnya. Anda bisa membiarkannya menangkap serangga seperti lalat dan laba-laba sendiri dengan meletakannya di luar ruangan. Namun, jika anda meletakkannya di dalam ruangan maka anda harus memberi makan menggunakan ulat pakan atau serangga kecil seperti lalat atau jangkrik kecil. Setelah tanaman Venus Flytrap menutup, dia memerlukan paling tidak 12 jam untuk mencerna makannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *