Cara Menanam Lavender di Dataran Rendah Beriklim Tropis

Lavandula angustifolia atau lazim disebut tanaman Lavender merupakan tanaman dengan habitat asli di wilayah Afrika Utara, Mediterania hingga daerah Perancis Selatan. Tanaman ini memiliki banyak sekali kegunaan, yaitu aromanya secara alami dapat mengusir nyamuk, dapat dimanfaatkan minyaknya sebagai parfum, aromaterapi, dan penyembuh luka bakar, serta dapat digunakan sebagai bumbu masakan.

Tanaman Lavender pada umumnya tumbuh di ketinggian 600–300 mdpl, dengan kondisi dingin namun kering. Hal inilah yang menyebabkan Lavender cenderung sulit tumbuh di Indonesia yang memiliki suhu relatif tinggi dan kelembaban yang cenderung tinggi. Akan tetapi ada beberapa varietas tanaman Lavender yang dapat beradaptasi tumbuh di iklim tropis seperti Indonesia, meski dengan penanganan khusus. Berikut adalah cara dan tips penanaman Lavender di Indonesia:

  • Siapkan biji Lavender yang akan disemai. Beberapa varian Lavender perlu dilakukan cold stratification terlebih dahulu, sementara beberapa varian yang lain bisa langsung disemai. Cold stratification dilakukan dengan cara memasukkan benih dalam moss sphagnum selama 4-6 minggu.
  • Siapkan tanah humus dan pasir dengan perbandingan 2:1 atau tanah perlit dan vermiculite dengan perbandingan 1:1.
  • Sebelum bertunas, jaga media tetap lembab.
  • Setelah bertunas, siram setiap hari di media tanamnya saja. Usahakan tidak terkena tanaman secara langsung,
  • Setelah muncul daun sejati 2-3 pasang, tanaman dapat dipindahkan ke polybag dengan komposisi media tanam tanah, pasir, kerikil, kompos, humus dengan perbandingan 1:1:1:1:1.
  • Jika Anda ingin menanam bunga lavender di halaman rumah, pastikan jarak antara satu tanaman dengan tanaman lainnya berkisar 30-45 cm.
  • Tambahkan batu-batuan putih di atas permukaan tanah sekitar tanaman Lavender untuk menyerap panas sehingga kondisi tanah selalu kering.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *