Cara Menanam dan Merawat Tanaman Sukulen

Anda pasti sering mendengar istilah tanaman Sukulen akhir-akhir ini. Tanaman Sukulen seringkali diidentikkan dengan tanaman Kaktus, tapi benarkah tanaman Sukulen dan tanaman Kaktus adalah sama? Nama “Sukulen” sebenarnya berasal dari bahasa latin, yaitu, succos, yang berarti juice, merujuk pada klasifikasi tanaman yang memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan cadangan air di batang utamanya. Ciri fisik yang lebih menonjol adalah memiliki kelopak berepenampang luas seperti daun atau kelopak berpenampang sempit seperti duri. dengan demikian secara sederhana bisa dikatakan bahwa semua tanaman Kaktus merupakan tanaman Sukulen, semetara tidak semua tanaman Sukulen berupa tanaman Kaktus.

Setidaknya tanaman Sukulen terdiri dari 60 familia dan 300 genus di seluruh dunia. Beberapa yang sering dijumpai di Indonesia adalah Aloe, Haworthia, Gasteria, serta tumbuhan Sukulen berbunga seperti Adenium, Plumeria dan Euphorbia. Sebelum menanam Sukulen, ada baiknya Anda memahami karakter masing-masing tanaman agar cara penanaman dan pemeliharaannya sesuai.

Cara menanam tanaman Sukulen:

Persiapan Komposisi Media Tanam

Pada umumnya, tanaman Sukulen menyukai media tanam yang kering (tidak menyimpan air) dan berpasir. Anda dapat menggunakan pasir pantai, tanah vulkanik, tanah humus dan sedikit sekam sebagai campuran komposisi media tanam.

  • Siapkan tanah humus.
  • Siapkan tanah mineral perlit.
  • Siapkan sedikit tanah vulkanik.
  • Siapkan pasir. Apabila Anda menggunakan pasir pantai, bilas terlebih dahulu supaya kadar garamnya hilang.
  • Campurkan tanah diatas dengan perbandingan pasir : humus : perlit : tanah vulkanik ialah 2:4:5:1.
  • Aduk hingga campuran tanah merata.
  • Tambahkan sekam ke dalam campuran tanah tersebut supaya tanah tidak mudah padat saat disiram. Penambahan sekam ini bersifat alternatif.

Pemilihan Pot

Untuk mempercantik tampilannya nanti sebaiknya jangan menggunakan polybag. Anda bisa menggunakan pot plastik atau tanah liat dengan aneka ukuran, bentuk, dan warna. Yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian ukuran pot dengan karakter tanaman. Ukuran pot yang terlalu besar dapat menurunkan porositas dalam pot sehingga dapat berdampak pada tingkat pertumbuhan tanaman sukulen, atau bahkan menyebabkan tanaman menjadi cepat busuk. Penggantian pot dapat dilakukan ketika tanaman sudah tidak muat di ukuran pot semula,

Pengisian Tanah pada Pot

Pot yang sudah sesuai tadi lalu diisi dengan media tanam yang sudah disiapkan. Anda perlu menyisakan sekitar 5 cm dari permukaan atas pot. Yang perlu diperhatikan juga, Anda tidak perlu menyiram media tanam tersebut, biarkan tetap kering untuk menghindari pembusukan tanaman.

Persiapan Bibit Sukulen

Kebanyakan tanaman Sukulen memiliki ciri batang yang tebal sehingga untuk memperbanyak tanaman ini Anda bisa menggunakan metode vegetatif yaitu melalui pemotongan daun atau batangnya.

  • Siapkan alat potong, bisa berupa pisau atau silet.
  • Carilah tanaman Sukulen dewasa dan sehat.
  • Iris batang atau daunnya sekitar 8-12 cm. Usahakan jangan memotongnya dengan gunting supaya bagian pangkal terbentuk potongan yang sempurna.
  • Celupkan irisan batang tersebut dalam hormon tumbuh (ZPT) auxin.
  • Taburkan bubuk fungisida untuk menghindari infeksi jamur dan cendawan pada irisan batang tersebut.
  • Letakkan irisan batang pada tempat teduh dan kering dan dialasi tissue kering.
  • Tunggu hingga bagian pangkal irisan mengering dan sedikit mengkerut.

Penanaman Bibit Sukulen

Penanaman bibit Sukulen dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Gali lubang dalam pot dengan kedalaman sekitar 1/3 – 1/2 bagian bibit.
  • Tanam bibit tersebut dalam lubang dan tutup kembali dengan media tanam.
  • Biarkan media tanam tetap kering.

Cara merawat tanaman Sukulen

Untuk merawat tanaman Sukulen, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  • Letakkan tanaman Sukulen sesuai karakteristinya. Pada dasarnya semua tanaman Sukulen membutuhkan sinar matahri untuk berfotosintesis, tetapi tanaman Sukulen berwarna merah atau ungu lebih tahan terhadap sinar matahari langsung sedangkan tanaman Sukulen berwarna hijau lebih rentan terhadap sinar matahari langsung.
  • Perhatikan teknik penyiraman tanaman Sukulen yang tepat, yaitu dengan menyemprotkan air ke batang dan daunnya saja. Hindari menyiram langsung ke media tanam, karena genangan air akan menyebabkan warna tanaman memudar dan gampang membusuk.
  • Potong daun atau batang yang mengering.
  • Tambahkan batu-batuan hias di permukaan media tanam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *